Irchfan Delonix's Facebook Notes

Saturday, March 20, 2010

Mengelola Radio Komunitas (kampus) Sulit atau Mudah ? (Part 2)

Ehm,,. Selamat malam para pembaca yang budiman, senang sekali saya bisa kembali menemani anda dengan tulisan-tulisan kecil yang merupakan tumpahan pikiran saya. Semoga tulisan ini bermanfaat dan menambah pengetahuan. Sekali lagi, karena sifatnya berupa tumpahan pikiran, uneg-uneg, keluh kesah, dan inspirasi yang datang dari hati, maka, tulisan ini bisa salah, bisa juga benar, hanya berdasarkan pengalaman saya.

Begini ceritanya,..

ini adalah bagian 2 cerita saya,..
cerita sebelumnya tentang aspek penting dalam pengelolaan radio komunitas (kampus) yang terpikirkan saat ini.
1. Pengelolaan keuangan

dan ini kelanjutannya

2. manajemen
Dalam hal manajemen atau pengelolaan, umumnya tidak berbeda dengan radio swasta komersil. di beberapa kampus, pengelolaan radio komunitas kampus memakai sistem yang sama dengan organisasi kemahasiswaan. jabatan yang ada di radio berlaku untuk jangka waktu tertentu (1 tahun) dan harus terus mengalami pergantian. sistem ini memiliki kelebihan dan kekurangan. akan kita lihat satu persatu.

-Kelebihan : pergantian pengurus akan membuat suasana manajemen radio selalu fresh, ide-ide baru akan terus bermunculan, dan regenerasi diharapkan dapat terus berjalan. Apalagi, setiap tahun, seharusnya ada mahasiswa baru, dan adapula mahasiswa yang lulus kuliah. masa jabatan yang tidak terlalu panjang juga bisa mencegah adanya rasa bosan pada pengurus. dengan adanya pengurus yang selalu dekat dalam sisi umur dan angkatan, kedekatan antar personal juga lebih terjaga. kekompakan dalam mengelola radio komunitas kampus menjadi lebih baik.

-Kekurangan : karena pengurus termasuk pimpinan radio berganti, arah kebijakan dalam pengelolaan juga dapat berbeda. walaupun seringkali pengurus lama yang sudah keluar tetap menjadi penasehat, namun keputusan tetap ada pada pengelola, sehingga kemungkinan terjadi perubahan kebijakan sangat besar. ketidak samaan visi dan misi antara pimpinan sebelumnya dan penerusnya juga dapat mengakibatkan perubahan drastis dalam pengelolaan radio. proses transfer ilmu dari pengurus sebelumnya kepada pengurus baru juga dapat menjadi masalah. kemungkinan untuk terjadinya downgrade atau penurunan kualitas sangat besar. selain itu, setiap angkatan akan mempunyai kesan tersendiri. komitmen yang baik dalam pengelolaan radio komunitas belum tentu dimiliki oleh semua orang, sehingga apabila terjadi pergantian, pencapaian dari setiap angkatan akan sangat berbeda. adakalanya terjadi seseorang yang memiliki komitmen tinggi dipaksa untuk meninggalkan radio karena masa jabatannya telah habis, padahal kepeduliannya masih sangat tinggi.

Berdasarkan kekurangan dan kelebihan tersebut, pengelolaan radio komunitas kampus yang terbaik mungkin adalah yang kombinasi antara manajemen radio swasta dengan organisasi mahasiswa. dalam radio swasta komersil, jabatan akan sangat ditentukan oleh pemilik radio, dan dapat saja berlangsung selama bertahun-tahun tanpa pergantian atau peningkatan.

Dalam radio komunitas dikenal dua badan pengurus, dewan pengawas komunitas (DPK) dan badan pelaksana harian (BPH). jabatan dewan pengawas sebaiknya berasal dari kalangan dosen yang benar-benar bisa aktif terlibat dalam pengawasan radio. dengan adanya keterlibatan dosen sebagai pengawas, visi misi radio komunitas kampus akan lebih terjaga. sedangkan dalam BPH, dipimpin oleh seorang direktur eksekutif / ketua harian / station manager. jabatan ini juga seharusnya tidak diganti setiap tahun, karena sebagai pimpinan langsung pengelolaan radio, diperlukan orang yang memiliki komitmen tinggi, pengetahuan dalam mengelola radio, dan disegani oleh teman-teman lainnya. pergantian pimpinan tertinggi sebaiknya dilakukan hanya apabila yang bersangkutan terpaksa meninggalkan kampus karena lulus. dengan demikian, pelaksanaan program akan lebih terjaga, tahapan-tahapan dan proses kerja organisasi dapat lebih teratur. kalaupun jabatan ini hanya memiliki masa bakti satu tahun, sebaiknya orang yang menjabat dapat dipilih kembali untuk masa jabatan berikutnya.

Manejemen radio komunitas (kampus) juga dapat memakai jabatan-jabatan yang ada dalam radio swasta. dibawah pimpinan harian/direktur/station manager/ketua radio, akan ada jabatan lainnya seperti program director, music director, pimpinan redaksi, scriptwriter, reporter, marketing, traffic, produksi, dll. jabatan-jabatan inilah yang seharusnya dapat mengalami pergantian setiap tahun. selain pergantian pengurus, proses perekrutan orang-orang baru juga merupakan hal yang penting. sebaiknya proses ini memiliki jadwal yang tetap setiap tahunnya, apakah sekali dalam setahun, atau dua sampai empat kali dalam setahun. intensitas pelaksanaan perekrutan pengurus akan sangat tergantung pada turnover yang terjadi di radio. dengan pengelolaan yang baik, idealnya proses ini hanya dilakukan 2 kali saja dalam setahun. Proses perekrutan sebaiknya dilakukan secara terbuka, sehingga terjadi persaingan secara positif, dan yang terpilih akan lebih menghargai kesempatan yang diperoleh jika dipercaya menjadi bagian dari manajemen radio komunitas (kampus).

Manajemen radio komunitas (kampus) yang baik idealnya memiliki rasa kekeluargaan yang tinggi. profesionalisme dalam pengelolaan radio komunitas kampus bukanlah yang saklek dan tanpa pandang bulu. namun, dibutuhkan rasa toleransi, ikatan pertemanan, persahabatan, dan rasa senasib yang tinggi. sikap individualis dari manajemen pengelola radio komunitas akan menghancurkan organisasi dan tata kerja yang dimiliki. rincian mengenai hal ini akan dibahas pada bagian sumberdaya manusia. untuk membina rasa kekeluargaan dan kekompakan dalam manajemen radio komunitas (kampus) perlu dilakukan berbagai kegiatan yang dekat dengan kehidupan para pengelola, mulai dari jalan bareng, makan bareng, ataupun kegiatan-kegiatan lainnya yang dapat mendekatkan antar personal.

ada yang kelupaan,..

Perbandingan dengan manajemen radio swasta. struktur sama, profesionalisme personal diharapkan sama. yang membedakan, ada komitmen yang selalu jadi bahan pertanyaan bagi pengelola radio komunitas (kampus). dalam manajemen radio swasta, adanya seseorang yang individualis tidak akan menjadi masalah, sepanjang dia telah mengerjakan tugas yang menjadi tanggung jawabnya dan tertera dalam job description. seperti yang telah disebutkan, dalam pengelolaan radio komunitas kekompakan menjadi keharusan demi kelangsungan hidup radio dan manajemen pengelola, dalam radio swasta ini menjadi bonus. jika dalam manajemen radio komunitas ditemukan personal yang kurang berkomitmen, tidak bertanggung jawab, dan individualis, maka akan menjadi beban tambahan bagi personal yang lainnya. tugas yang terlantar tadi harus diselesaikan oleh orang lain. sedangkan pada radio swasta, jika ada yang demikian, tinggal dipecat dan mencari penggantinya.

sistem punishment dan rewards dalam manajemen radio swasta sudah sangat jelas. sedangkan dalam pengelolaan radio komunitas, reward dan punishmentnya sangat kabur. reward yang diperoleh mungkin hanya terbatas pada kepuasan pribadi dan pengembangan diri. sedangkan untuk sanksi, akan sangat sulit diterapkan, karena partisipasi dalam radio komunitas (kampus) bersifat sukarela. bila manajemen radio komunitas bisa terlaksana dengan baik, menjadi suatu tim yang utuh dan berkesinambungan, saya yakin kerja yang diperlukan dalam pengelolaan radio komunitas (kampus) lebih berat daripada radio swasta.

End of Part 2

still coming up,.
3. sumberdaya manusia
4. hubungan masyarakat
5. pengelolaan pendengar.

regards !

1 comment:

JangkarTV Media TV Komunitas said...

ok banget. tapi kira2 radio kampus bisa kena razia pihak berwajib tidak ya..... ? kan biasanya radio komunitas kampus tidak memiliki izin siaran?