Ehm,,. Selamat malam para pembaca yang budiman, senang sekali saya bisa kembali menemani anda dengan tulisan-tulisan kecil yang merupakan tumpahan pikiran saya. Semoga tulisan ini bermanfaat dan menambah pengetahuan. Sekali lagi, karena sifatnya berupa tumpahan pikiran, uneg-uneg, keluh kesah, dan inspirasi yang datang dari hati, maka, tulisan ini bisa salah, bisa juga benar, hanya berdasarkan pengalaman saya.
Sampai hari ini, 8 Januari 2009, telah lebih empat belas tahun saya berkecimpung dalam dunia radio, dan sudah lebih dari 10 tahun belajar mengelola, mengurus, dan mengatur radio. Yang saya atur dan kelola, bukanlah radio berjaringan dengan lebih dari 5 stasiun di indonesia, ataupun radio yang punya omset miliaran rupiah tiap bulannya. Hanya radio komunitas, yang kebetulan berada di kampus, dan bersiaran terbatas untuk wilayah jangkauan tertentu saja. karena itu, saya tidak akan bercerita bagaimana mengelola radio swasta komersial, mengelola radio jaringan, ataupun radio pemerintah. Bukan karena tidak tahu, tapi, banyak orang yang lebih menguasai hal tersebut, jadi saya cuma menulis yang saya kuasai saja, radio komunitas (kampus).
Begini ceritanya,..
Jika dibandingkan dengan pengelolaan radio swasta, ada beberapa sisi yang berbeda. semuanya akan saya uraikan belakangan. Dari perbedaan tersebut, ada yang sifatnya lebih sederhana dibanding radio swasta, ada pula yang lebih kompleks. Perbedaan paling utama, pastinya adalah tujuan pengelolaan. radio swasta, dikelola dengan tujuan untuk mencari penghasilan sebanyak banyaknya, revenue tiap bulan atau tahun. sedangkan pengelolaan radio komunitas, orientasinya adalah kepentingan lokal, tidak hanya radio, tetapi juga masyarakat yang menjadi anggota komunitasnya. Radio komunitas yang umum, dibangun oleh masyarakat lokal, berbeda pula dengan radio komunitas kampus. jika radio komunitas itu dibangun dan dikelola oleh sekelompok orang, pencapaian tujuan akan lebih mudah, karena yang terlibat dan pemilik kepentingan sudah teridentifikasi dengan jelas. berbeda dengan radio komunitas kampus yang didirikan oleh kampus, karena pasti akan ada tujuan-tujuan tertentu, untuk kepentingan kampus, yang dapat bertentangan atau berselisihan dengan kepentingan komunitas pendengar. Pengelolaan radio dengan pola seperti ini akan menjadi lebih susah, kompleks, dan membutuhkan lebih banyak masukan dan partisipasi aktif dari berbagai pihak yang berkepentingan. Selanjutnya, akan saya bahas satu persatu aspek penting dalam pengelolaan radio komunitas (kampus) yang terpikirkan saat ini.
1. Pengelolaan keuangan
Menurut azas dan prinsip radio komunitas, sumber keuangan radio adalah dari iuran anggota, PSA atau iklan layanan masyarakat, sponsorship program, hibah, serta sumber-sumber lainnya yang tidak mengikat. pada kenyataannya, pengelolaan keuangan ini susah-susah gampang.
Sumber keuangan pertama adalah iuran anggota. Menagih iuran anggota dapat dilakukan apabila anggota komunitas memiliki kepedulian dan rasa kepemilikan terhadap radio. Bagaimana dengan radio komunitas kampus ? radio nya punya siapa ? jika memang didirikan oleh komunitas mahasiswa, mungkin iuran akan terbatas pada orang-orang tertentu saja. yaitu orang-orang yang merasa memiliki radio kampusnya. mahasiswa yang tidak telibat, tidak akan serta merta mau membayar iuran anggota.
Kedua, pendanaan/hibah yang tidak mengikat. Pada radio komunitas, seringkali ada yang menjadi donatur tetap, seperti halnya di radio kampus. jika radio tersebut diakui oleh kampus, pasti akan mendapatkan dana tetap untuk kegiatan operasional dan bahkan dukungan yang lebih. jika tidak, diperlukan usaha keras dari pengelola untuk mendapatkan dana operasional. pengusahaan dan pengelolaan dana melalui sumber ini tentu tidak menjadi masalah.
Ketiga, sponsorship atau iklan layanan masyarakat. citra radio sebagai media publikasi yang banyak didengar orang sudah diakui. Pengelola radio komunitas dapat mencari/mengusahakan berbagai pihak yang bisa diajak bekerjasama menjadi sponsor, melakukan publikasi, ataupun juga beriklan secara tidak langsung. usaha ini sangat tergantung pada kredibilitas manajemen pengelola, tergantung cara meyakinkan pihak luar untuk mau membayar atau membantu biaya operasional radio. Masalah yang sama, mungkin dihadapi pula oleh radio swasta komersil. namun, senjata utama para marketing radio komersil, data jumlah pendengar dan peringkat AC Nielsen, tidak dapat dipakai disini. radio komunitas siaran dalam jangkauan terbatas, jadi berapa pendengarnya ? pasti sulit dibandingkan dengan angka yang dimiliki radio swasta. begitu pula survey dan peringkat AC Nielsen, apa ada radio komunitas yang masuk di dalamnya ? Marketing radio komunitas perlu lebih cerdas dalam hal ini. Kedekatan personal menjadi andalan utama. lalu apa lagi ? skill marketing dan daya menjual yang tinggi lah yang bisa membuat radio komunitas mendapatkan sponsorship/iklan layanan masyarakat. jadi, apakah marketing radio swasta lebih sulit dibanding radio komunitas ? belum tentu.
Keempat, sumber dana lainnya. hampir semua perusahaan memiliki dana kemasyarakatan. tidak hanya perusahaan, lembaga donor dari dalam dan luar negeri juga sering memberikan hibah/bantuan kepada berbagai pihak. pengelola radio komunitas dapat memanfaatkan hal ini untuk menjadi sumber pendanaan radionya. tapi, tidak mudah. dibutuhkan proposal dan perencanaan yang tepat untuk meyakinkan pihak-pihak ini. sekali lagi skill pengelola radio komunitas menjadi tuntutan, agar mampu membuat proposal dan perencanaan yang baik sehingga bisa mendapatkan dana bantuan dari berbagai lembaga donor.
Pemanfaatan dana. Dalam pemanfaatan dana, radio komunitas akan lebih sederhana. jika ada kelebihan, dapat dibagi bersama antara para pengelolanya, jika tidak, karena prinsipnya sukarela, pasti tidak akan menjadi masalah. pengelolaan keuangan radio komunitas tidak dituntut untuk memikirkan pajak, pembagian deviden, perhitungan laba rugi, ataupun gaji tetap. Pengetahuan yang baik dalam pembukuan, akan menjadi nilai tambah dalam pengelolaan radio komunitas.
End of Part 1,..
Coming up next,..
2. Manajemen
3. Sumberdaya Manusia
4. Hubungan Masyarakat
5. Pengelolaan Pendengar.
Irchfan Delonix's Facebook Notes
Saturday, March 20, 2010
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
1 comment:
nice posting, salam kenal dari radio komunitas mahasiswa (flash radio) untirta, maju terus radio komunitas indonesia. terima kasih
http://flashradiountirta.com
Post a Comment