Irchfan Delonix's Facebook Notes

Monday, March 22, 2010

Mempertanyakan diri sendiri,..

Mempertanyakan diri sendiri,..

pernah nggak ngerasa sendirian ? bukan karena sedang ad di kuburan di kamis malam yang sepi,.. sekitar kita mungkin ada rame orang,.. becanda, ngobrol, lempar-lemparan meja atau kursi, trus sedang ada demonstrasi,.. tapi,.. kita ngerasa bener2 sendirian,.. rasa nya seperti "me versus the world",.. pernah nggak ngerasa dunia berhenti berputar ? bukan karena superman sedang terbang secepat-cepatnya untuk memutar balik rotasi bumi,.. semua orang tetap cepat berubah, tadinya miskin sekarang kaya,.. tadinya teman sekolah sekarang jadi presiden, bahkan tadinya adek kecil bayi yang imut, sekarang udah berubah jadi wanita cantik jelita,.. tapi kita ngerasa kok gini-gini aja ? masalah yang dihadapi sama aja,.. ituuu terus,... rasanya seperti "waiting in the corner of the street while the world moving"... pernah nggak ngerasa sangat miskin ? bukan karena abis kena bencana tsunami yang nenggelamin semuanya,.. gaji tetap dapet tiap bulan, makan dan kebutuhan sehari-hari tetap kebeli seperti biasa, tapi,.. kok gak pernah bisa nabung ? kok makin lama uangnya makin sedikit ? berasa seperti "i have nothing but love",.. (lah kok gak nyambung ??) ada kalanya dalam hidup kita mengalami hal-hal yang kayak gitu,.. lonely but not alone,.. ngerasa sendiri karena gak ada yang merhatiin, gak ada yang sayang, dan hidup jadi berasa hampa,.. nothing change,.. karena yang dicita-citakan belum tercapai, kecewa karena belum berhasil melakukan sesuatu,.. ngerasa jadi orang paling gagal sedunia,.. tapi,.. sebetulnya semua itu bisa teratasi,.. konflik dan semua perasaan itu terjadi dalam satu kumpulan sel, yang terjalin sedemikian rupa sehingga mebentuk satu bentuk utuh yang kita sebut sebagai "otak",.. we like to play with our mind, and spoil it,.. saat seperti itu, kita harus bisa berusaha untuk bersyukur,.. mengingat kembali apa yang ada,... sebetulnya gak sendirian kok, banyak orang di sekitar kita yang sayang, care dan perhatian, tapi sekarang mungkin mereka sedang sibuk dengan urusannya masing-masing,.. sebetulnya bukan gak berubah, tapi memang perlu ada kegagalan dan kekecewaan supaya bisa lebih mensyukuri arti keberhasilan,.. sebetulnya gak miskin, tapi kurang sedekah, kurang amal sehingga gak pernah bisa nabung dan ngerasa kurang,.. memang, semuanya gak mudah dilakukan,.. "otak" itu agak-agak susah untuk diubah,.. dan saat perasaan atau pikiran seperti itu muncul, itulah waktu yang tepat untuk introspkesi diri,.. mengevaluasi kembali perjalanan hidup,.. apa yang sudah, dan apa yang belum,.. merencanakan kembali bagaimana hidup kedepan, besok mau apa ? gimana tahun depan ? apa resolusi kita ? hanya dengan target dan impian atau cita-cita, kita bisa jadi semangat kembali,.. set your goals carefully and try to achieve it ! hidup kita di dunia hanya sementara,.. umur semakin lama semakin habis,.. dan gak ada gunanya menyesali semua yang udah terjadi,.. it happens because it means something for us,.. selalu ada hikmahnya,.. dan tulisan ini untuk mengingatkan diri gw sendiri,.. yang sedang sendirian, stagnan, serta miskin,.. gw ngerasa hampa,..

Irchfan Delonix Sun, 21 Mar 2010 02:59:30 -0600

To read the full article click here.

Saturday, March 20, 2010

Mengelola Radio Komunitas (kampus) Sulit atau Mudah ? (Part 1)

Ehm,,. Selamat malam para pembaca yang budiman, senang sekali saya bisa kembali menemani anda dengan tulisan-tulisan kecil yang merupakan tumpahan pikiran saya. Semoga tulisan ini bermanfaat dan menambah pengetahuan. Sekali lagi, karena sifatnya berupa tumpahan pikiran, uneg-uneg, keluh kesah, dan inspirasi yang datang dari hati, maka, tulisan ini bisa salah, bisa juga benar, hanya berdasarkan pengalaman saya.
Sampai hari ini, 8 Januari 2009, telah lebih empat belas tahun saya berkecimpung dalam dunia radio, dan sudah lebih dari 10 tahun belajar mengelola, mengurus, dan mengatur radio. Yang saya atur dan kelola, bukanlah radio berjaringan dengan lebih dari 5 stasiun di indonesia, ataupun radio yang punya omset miliaran rupiah tiap bulannya. Hanya radio komunitas, yang kebetulan berada di kampus, dan bersiaran terbatas untuk wilayah jangkauan tertentu saja. karena itu, saya tidak akan bercerita bagaimana mengelola radio swasta komersial, mengelola radio jaringan, ataupun radio pemerintah. Bukan karena tidak tahu, tapi, banyak orang yang lebih menguasai hal tersebut, jadi saya cuma menulis yang saya kuasai saja, radio komunitas (kampus).

Begini ceritanya,..

Jika dibandingkan dengan pengelolaan radio swasta, ada beberapa sisi yang berbeda. semuanya akan saya uraikan belakangan. Dari perbedaan tersebut, ada yang sifatnya lebih sederhana dibanding radio swasta, ada pula yang lebih kompleks. Perbedaan paling utama, pastinya adalah tujuan pengelolaan. radio swasta, dikelola dengan tujuan untuk mencari penghasilan sebanyak banyaknya, revenue tiap bulan atau tahun. sedangkan pengelolaan radio komunitas, orientasinya adalah kepentingan lokal, tidak hanya radio, tetapi juga masyarakat yang menjadi anggota komunitasnya. Radio komunitas yang umum, dibangun oleh masyarakat lokal, berbeda pula dengan radio komunitas kampus. jika radio komunitas itu dibangun dan dikelola oleh sekelompok orang, pencapaian tujuan akan lebih mudah, karena yang terlibat dan pemilik kepentingan sudah teridentifikasi dengan jelas. berbeda dengan radio komunitas kampus yang didirikan oleh kampus, karena pasti akan ada tujuan-tujuan tertentu, untuk kepentingan kampus, yang dapat bertentangan atau berselisihan dengan kepentingan komunitas pendengar. Pengelolaan radio dengan pola seperti ini akan menjadi lebih susah, kompleks, dan membutuhkan lebih banyak masukan dan partisipasi aktif dari berbagai pihak yang berkepentingan. Selanjutnya, akan saya bahas satu persatu aspek penting dalam pengelolaan radio komunitas (kampus) yang terpikirkan saat ini.

1. Pengelolaan keuangan
Menurut azas dan prinsip radio komunitas, sumber keuangan radio adalah dari iuran anggota, PSA atau iklan layanan masyarakat, sponsorship program, hibah, serta sumber-sumber lainnya yang tidak mengikat. pada kenyataannya, pengelolaan keuangan ini susah-susah gampang.

Sumber keuangan pertama adalah iuran anggota. Menagih iuran anggota dapat dilakukan apabila anggota komunitas memiliki kepedulian dan rasa kepemilikan terhadap radio. Bagaimana dengan radio komunitas kampus ? radio nya punya siapa ? jika memang didirikan oleh komunitas mahasiswa, mungkin iuran akan terbatas pada orang-orang tertentu saja. yaitu orang-orang yang merasa memiliki radio kampusnya. mahasiswa yang tidak telibat, tidak akan serta merta mau membayar iuran anggota.

Kedua, pendanaan/hibah yang tidak mengikat. Pada radio komunitas, seringkali ada yang menjadi donatur tetap, seperti halnya di radio kampus. jika radio tersebut diakui oleh kampus, pasti akan mendapatkan dana tetap untuk kegiatan operasional dan bahkan dukungan yang lebih. jika tidak, diperlukan usaha keras dari pengelola untuk mendapatkan dana operasional. pengusahaan dan pengelolaan dana melalui sumber ini tentu tidak menjadi masalah.

Ketiga, sponsorship atau iklan layanan masyarakat. citra radio sebagai media publikasi yang banyak didengar orang sudah diakui. Pengelola radio komunitas dapat mencari/mengusahakan berbagai pihak yang bisa diajak bekerjasama menjadi sponsor, melakukan publikasi, ataupun juga beriklan secara tidak langsung. usaha ini sangat tergantung pada kredibilitas manajemen pengelola, tergantung cara meyakinkan pihak luar untuk mau membayar atau membantu biaya operasional radio. Masalah yang sama, mungkin dihadapi pula oleh radio swasta komersil. namun, senjata utama para marketing radio komersil, data jumlah pendengar dan peringkat AC Nielsen, tidak dapat dipakai disini. radio komunitas siaran dalam jangkauan terbatas, jadi berapa pendengarnya ? pasti sulit dibandingkan dengan angka yang dimiliki radio swasta. begitu pula survey dan peringkat AC Nielsen, apa ada radio komunitas yang masuk di dalamnya ? Marketing radio komunitas perlu lebih cerdas dalam hal ini. Kedekatan personal menjadi andalan utama. lalu apa lagi ? skill marketing dan daya menjual yang tinggi lah yang bisa membuat radio komunitas mendapatkan sponsorship/iklan layanan masyarakat. jadi, apakah marketing radio swasta lebih sulit dibanding radio komunitas ? belum tentu.

Keempat, sumber dana lainnya. hampir semua perusahaan memiliki dana kemasyarakatan. tidak hanya perusahaan, lembaga donor dari dalam dan luar negeri juga sering memberikan hibah/bantuan kepada berbagai pihak. pengelola radio komunitas dapat memanfaatkan hal ini untuk menjadi sumber pendanaan radionya. tapi, tidak mudah. dibutuhkan proposal dan perencanaan yang tepat untuk meyakinkan pihak-pihak ini. sekali lagi skill pengelola radio komunitas menjadi tuntutan, agar mampu membuat proposal dan perencanaan yang baik sehingga bisa mendapatkan dana bantuan dari berbagai lembaga donor.

Pemanfaatan dana. Dalam pemanfaatan dana, radio komunitas akan lebih sederhana. jika ada kelebihan, dapat dibagi bersama antara para pengelolanya, jika tidak, karena prinsipnya sukarela, pasti tidak akan menjadi masalah. pengelolaan keuangan radio komunitas tidak dituntut untuk memikirkan pajak, pembagian deviden, perhitungan laba rugi, ataupun gaji tetap. Pengetahuan yang baik dalam pembukuan, akan menjadi nilai tambah dalam pengelolaan radio komunitas.

End of Part 1,..

Coming up next,..
2. Manajemen
3. Sumberdaya Manusia
4. Hubungan Masyarakat
5. Pengelolaan Pendengar.

Mengelola Radio Komunitas (kampus) Sulit atau Mudah ? (Part 2)

Ehm,,. Selamat malam para pembaca yang budiman, senang sekali saya bisa kembali menemani anda dengan tulisan-tulisan kecil yang merupakan tumpahan pikiran saya. Semoga tulisan ini bermanfaat dan menambah pengetahuan. Sekali lagi, karena sifatnya berupa tumpahan pikiran, uneg-uneg, keluh kesah, dan inspirasi yang datang dari hati, maka, tulisan ini bisa salah, bisa juga benar, hanya berdasarkan pengalaman saya.

Begini ceritanya,..

ini adalah bagian 2 cerita saya,..
cerita sebelumnya tentang aspek penting dalam pengelolaan radio komunitas (kampus) yang terpikirkan saat ini.
1. Pengelolaan keuangan

dan ini kelanjutannya

2. manajemen
Dalam hal manajemen atau pengelolaan, umumnya tidak berbeda dengan radio swasta komersil. di beberapa kampus, pengelolaan radio komunitas kampus memakai sistem yang sama dengan organisasi kemahasiswaan. jabatan yang ada di radio berlaku untuk jangka waktu tertentu (1 tahun) dan harus terus mengalami pergantian. sistem ini memiliki kelebihan dan kekurangan. akan kita lihat satu persatu.

-Kelebihan : pergantian pengurus akan membuat suasana manajemen radio selalu fresh, ide-ide baru akan terus bermunculan, dan regenerasi diharapkan dapat terus berjalan. Apalagi, setiap tahun, seharusnya ada mahasiswa baru, dan adapula mahasiswa yang lulus kuliah. masa jabatan yang tidak terlalu panjang juga bisa mencegah adanya rasa bosan pada pengurus. dengan adanya pengurus yang selalu dekat dalam sisi umur dan angkatan, kedekatan antar personal juga lebih terjaga. kekompakan dalam mengelola radio komunitas kampus menjadi lebih baik.

-Kekurangan : karena pengurus termasuk pimpinan radio berganti, arah kebijakan dalam pengelolaan juga dapat berbeda. walaupun seringkali pengurus lama yang sudah keluar tetap menjadi penasehat, namun keputusan tetap ada pada pengelola, sehingga kemungkinan terjadi perubahan kebijakan sangat besar. ketidak samaan visi dan misi antara pimpinan sebelumnya dan penerusnya juga dapat mengakibatkan perubahan drastis dalam pengelolaan radio. proses transfer ilmu dari pengurus sebelumnya kepada pengurus baru juga dapat menjadi masalah. kemungkinan untuk terjadinya downgrade atau penurunan kualitas sangat besar. selain itu, setiap angkatan akan mempunyai kesan tersendiri. komitmen yang baik dalam pengelolaan radio komunitas belum tentu dimiliki oleh semua orang, sehingga apabila terjadi pergantian, pencapaian dari setiap angkatan akan sangat berbeda. adakalanya terjadi seseorang yang memiliki komitmen tinggi dipaksa untuk meninggalkan radio karena masa jabatannya telah habis, padahal kepeduliannya masih sangat tinggi.

Berdasarkan kekurangan dan kelebihan tersebut, pengelolaan radio komunitas kampus yang terbaik mungkin adalah yang kombinasi antara manajemen radio swasta dengan organisasi mahasiswa. dalam radio swasta komersil, jabatan akan sangat ditentukan oleh pemilik radio, dan dapat saja berlangsung selama bertahun-tahun tanpa pergantian atau peningkatan.

Dalam radio komunitas dikenal dua badan pengurus, dewan pengawas komunitas (DPK) dan badan pelaksana harian (BPH). jabatan dewan pengawas sebaiknya berasal dari kalangan dosen yang benar-benar bisa aktif terlibat dalam pengawasan radio. dengan adanya keterlibatan dosen sebagai pengawas, visi misi radio komunitas kampus akan lebih terjaga. sedangkan dalam BPH, dipimpin oleh seorang direktur eksekutif / ketua harian / station manager. jabatan ini juga seharusnya tidak diganti setiap tahun, karena sebagai pimpinan langsung pengelolaan radio, diperlukan orang yang memiliki komitmen tinggi, pengetahuan dalam mengelola radio, dan disegani oleh teman-teman lainnya. pergantian pimpinan tertinggi sebaiknya dilakukan hanya apabila yang bersangkutan terpaksa meninggalkan kampus karena lulus. dengan demikian, pelaksanaan program akan lebih terjaga, tahapan-tahapan dan proses kerja organisasi dapat lebih teratur. kalaupun jabatan ini hanya memiliki masa bakti satu tahun, sebaiknya orang yang menjabat dapat dipilih kembali untuk masa jabatan berikutnya.

Manejemen radio komunitas (kampus) juga dapat memakai jabatan-jabatan yang ada dalam radio swasta. dibawah pimpinan harian/direktur/station manager/ketua radio, akan ada jabatan lainnya seperti program director, music director, pimpinan redaksi, scriptwriter, reporter, marketing, traffic, produksi, dll. jabatan-jabatan inilah yang seharusnya dapat mengalami pergantian setiap tahun. selain pergantian pengurus, proses perekrutan orang-orang baru juga merupakan hal yang penting. sebaiknya proses ini memiliki jadwal yang tetap setiap tahunnya, apakah sekali dalam setahun, atau dua sampai empat kali dalam setahun. intensitas pelaksanaan perekrutan pengurus akan sangat tergantung pada turnover yang terjadi di radio. dengan pengelolaan yang baik, idealnya proses ini hanya dilakukan 2 kali saja dalam setahun. Proses perekrutan sebaiknya dilakukan secara terbuka, sehingga terjadi persaingan secara positif, dan yang terpilih akan lebih menghargai kesempatan yang diperoleh jika dipercaya menjadi bagian dari manajemen radio komunitas (kampus).

Manajemen radio komunitas (kampus) yang baik idealnya memiliki rasa kekeluargaan yang tinggi. profesionalisme dalam pengelolaan radio komunitas kampus bukanlah yang saklek dan tanpa pandang bulu. namun, dibutuhkan rasa toleransi, ikatan pertemanan, persahabatan, dan rasa senasib yang tinggi. sikap individualis dari manajemen pengelola radio komunitas akan menghancurkan organisasi dan tata kerja yang dimiliki. rincian mengenai hal ini akan dibahas pada bagian sumberdaya manusia. untuk membina rasa kekeluargaan dan kekompakan dalam manajemen radio komunitas (kampus) perlu dilakukan berbagai kegiatan yang dekat dengan kehidupan para pengelola, mulai dari jalan bareng, makan bareng, ataupun kegiatan-kegiatan lainnya yang dapat mendekatkan antar personal.

ada yang kelupaan,..

Perbandingan dengan manajemen radio swasta. struktur sama, profesionalisme personal diharapkan sama. yang membedakan, ada komitmen yang selalu jadi bahan pertanyaan bagi pengelola radio komunitas (kampus). dalam manajemen radio swasta, adanya seseorang yang individualis tidak akan menjadi masalah, sepanjang dia telah mengerjakan tugas yang menjadi tanggung jawabnya dan tertera dalam job description. seperti yang telah disebutkan, dalam pengelolaan radio komunitas kekompakan menjadi keharusan demi kelangsungan hidup radio dan manajemen pengelola, dalam radio swasta ini menjadi bonus. jika dalam manajemen radio komunitas ditemukan personal yang kurang berkomitmen, tidak bertanggung jawab, dan individualis, maka akan menjadi beban tambahan bagi personal yang lainnya. tugas yang terlantar tadi harus diselesaikan oleh orang lain. sedangkan pada radio swasta, jika ada yang demikian, tinggal dipecat dan mencari penggantinya.

sistem punishment dan rewards dalam manajemen radio swasta sudah sangat jelas. sedangkan dalam pengelolaan radio komunitas, reward dan punishmentnya sangat kabur. reward yang diperoleh mungkin hanya terbatas pada kepuasan pribadi dan pengembangan diri. sedangkan untuk sanksi, akan sangat sulit diterapkan, karena partisipasi dalam radio komunitas (kampus) bersifat sukarela. bila manajemen radio komunitas bisa terlaksana dengan baik, menjadi suatu tim yang utuh dan berkesinambungan, saya yakin kerja yang diperlukan dalam pengelolaan radio komunitas (kampus) lebih berat daripada radio swasta.

End of Part 2

still coming up,.
3. sumberdaya manusia
4. hubungan masyarakat
5. pengelolaan pendengar.

regards !

Fakta tentang rokok : truth and lies (buat para pembenci rokok..)

Copy Paste mode : on

Robert A. Levy dan Rosalind B. Marimont (1998) mengungkapkan hal itu dengan tegas dalam artikel berjudul “Lies, Damned Lies & 400.000 Smoking-Relating Deaths.” Perang terhadap tembakau, kata Levi dan Marimont, telah berkembang menjadi monster kebohongan dan kerakusan. Ilmu pengetahuan sampah (junk science) telah menggantikan ilmu pengetahuan yang jujur (honest science). Propaganda tampil sebagai fakta-fakta. Yang jadi korban pertama dalam perang melawan tembakau adalah kebenaran.
Hal senada diungkapkan pula oleh Judith Hatton, co-author buku “Murder a Cigarette.” Pernyataan WHO tidak lain daripada propaganda yang tidak dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Data, angka, statistic, estimasi, tidak lebih dari “Lies, Damned Lies.”

Untuk membuktikan propaganda anti merokok yang juga menurut Lauren A. Colby, Litigation lawyer dari Maryland, tidak berdasarkan kebenaran, tidak bertanggungjawab dan liar, Colby menulis buku “In Defense of Smokers.” (2003)
Kebenaran apa yang dikorbankan? Levy, Marimont, Hatton, Colby, dan orang-orang yang kritis dengan propaganda anti merokok ini bukan penyebab dari resiko segala macam penyakit yang disebutkan WHO. Merekapun menunjukkan beberapa hasil penelitian dan kajian ilmiah, diantaranya seperti yang dimuat dalam British Journal of Cancer (2002) yang membuktikan tidak adanya hubungan antara merokok dengan resiko kanker payudara. Hasil studi lain yang dikenal dengan sebutan “Roll Royce of Studies,” menjelaskan tidak adanya hubungan antara merokok dengan sakit jantung (Journal of Critical Epidemology 42, No. 8, 1989).

Aisling Irwin dalam artikelnya berjudul “Study casts doubt on heart ‘risk factors’” (International News, 25/8/1998), mengungkapkan bahwa studi cardiologi paling besar yang pernah dilakukan telah gagal menemukan hubungan antara serangan jantung dengan faktor-faktor risiko klasik, seperti merokok dan tingkat kolesterol yang tinggi.

Monica study, demikian nama studi tersebut yang melakukan kajian di 21 negara selama sepuluh tahun, menimbulkan timbul penyakit jantung menurun sepanjang benua Eropa, Australia, dan Amerika Utara. Tetapi para ilmuwan tidak dapat menemukan koneksi statistik antara reduksi dengan perubahan-perubahan dalam obesitas, merokok, tingkat tekanan darah atau kolesterol. Perubahan tingkat penyakit jantung koroner dalam populasi yang berbeda-beda tidak menunjukkan hubungan dengan perubahan faktor-faktor risiko standar. “Ini merupakan kejutan besar bagi banyak orang,” ungkap Dr. Caroline Morrison seperti dikutip Irwin. Hasil studi ini diumumkan dalam “the European Congress of Cardiology in Vienna” pada bulan Agustus 1998 itu. Studi yang paling lama dan paling besar di dunia itu menghimpun informasi dari 150.000 serangan jantung, terutama di Eropa Barat, dan di Russia, Iceland, Kanada, Cina dan Australia. Penurunan penyakit jantung paling besar terjadi di Swedia. Yang meningkat terjadi di Lithuania, Polandia, Cina, dan Russia. Hasil studi juga mengungkapkan, bahwa kegelisahan, kemiskinan, perubahan ekonomi dan sosial mempunyai hubungan dengan penyakit jantung. Fakta ini nampak sejak studi ini mulai dilakukan pada tahun 1980-an. Seseorang yang berhenti merokok namun kehilangan rumah tempat tinggal secara umum berada pada risiko terkena penyakit jantung karena faktor stress.

Sekalipun hasil suti Monica yang didanai WHO mengungkapkan tidak adanya hubungan antara penyakit jantung dengan faktor risiko fisik, WHO tetap saja mengatakan bahwa faktor-faktor risiko klasik merupakan kontribusi utama bagi risiko individual.
Terkait dengan angka-angka perkiraan kematian dan rendahnya harapan hidup akibat kematian prematur yang disampaikan WHO, menurut Levy, Marimont, Hatton, Colby, dan orang-orang yang kritis dengan propaganda anti merokok, adalah tidak benar dan semata-mata berdasarkan pada junk science yang tidak dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Sala satu contoh yang bertentangan dengan perkiraan kematian prematur akibat merokok adalah Negara Jepang, Yunani dan Siprus. Negara-negara ini memiliki tingkat merokok yang tinggi di dunia. Tetapi mereka justru memiliki tingkat terkena penyakit kanker paru-paru tergolong rendah dan harapan hidup jauh lebih lama.
Kritik dan fakta-fakta ini tidak menyurutkan kampanye anti merokok. WHO tetap melakukan propaganda anti merokok yang oleh Colby disebut tidak berdasarkan kebenaran, tidak bertanggungjawab dan liar.

Dalam paper “Tobacco & Health in the Developing World” yang dipresentasikan dalam “High Level Ground Table” di Brussels, 3-4 Februari 2003, WHO memperkirakan 4,9 juta kematian pertahun disebabkan oleh tembakau. Tanpa tindakan lebih lanjut, diperkirakan tahun 2020 angka kematian itu jadi dua kali lipat. Rata-rata 70% kematian terjadi di negara-negara berkembang. Bersama dengan HIV/AIDS, penggunaan tembakau merupakan penyebab kematian yang paling cepat dan jadi penyebab utama dari kematian prematur di tahun 2020-an. Tembakau disebut sebagai kontributor utama dari perkembangan begitu besar penyakit-penyakit yang dihadapi negara berkembang. Hal ini meningkatkan ancaman penghancuran pembangunan sosial dan ekonomi negara-negara tersebut. Masalah tembakau merupakan bukan hanya tantangan kesehatan, tetapi juga pembangunan ekonomi dan sosial serta kelestarian lingkungan (environmental sustainability). Karena itu perlu kontrol lebih luas dan harus jadi prioritas pembangunan.
Pernyataan WHO di atas sangat berbau propaganda dan meragukan, bukan? Apa benar besaran angka-angka perkiraan kematian yang oleh Levy dan Marimont disebut “Lies, damned lies” itu? Apa benar ancaman bahaya kematian akibat tembakau itu sama dengan HIV/AIDS? Apa benar jadi kontributor utama berbagai penyakit di negara-negara berkembang? Bukankah gizi buruk, kualitas hidup yang rendah akibat kemiskinan? Apa benar tembakau itu jadi ancaman kehancuran pembangunan ekonomi, sosial dan lingkungan hidup?

Kita telah mengalami kehancuran itu dan bukan karena tembakau atau karena banyaknya perokok, tetapi karena salah satunya, korupsi. Kalau pernyataan WHO itu benar, ini artinya para petani tembakau, perusahaan-perusahaan rokok, besar dan kecil, dengan berjuta karyawannya, tentu bertanggung jawab atas ancaman rusaknya pembangunan ekonomi, sosial dan lingkungan hidup? Kenyataannya, bukankah sebaliknya? Apakah kita di negara-negara berkembang dianggap terlalu bodoh sehingga mudah dibohongi dan menerima propaganda WHO ini sebagai kebenaran fakta? Kenapa pula terkesan WHO sangat concern dengan bahaya risiko merokok/tembakau itu daripada bahaya penyakit yang nyata-nyata dihadapi negara-negara berkembang seperti malaria, HIV/AIDS, busung lapar, dan lain-lain?!

Penjelasan Pierre Lemieux (2001) mungkin dapat menjelaskan pertanyaan terakhir tersebut? Lemieux mengutip kata-kata pencetus ide dan pendiri WHO, Dr. Szeming Sze, “my part in the founding of WHO was 90% diplomatic and only 10% medical. It was politics all the time.” Jadi, jelas. Urusannya selalu politik. Politik papa? Bica macam-macam. Dagang, ekonomi, marketing, dan lain-lain. Jika omong politik, artinya omong kepentingan. Pertanyaannya, adakah kepentingan atau kepentingan apa dan siapa dibalik gencarnya propaganda anti merokok alias perang melawan tembakau ini?!

Menarik untuk mencermati hasil riset investigatif Wanda Hamilton (2002) berjudul “Big Drug’s Nicotine War.” Hamilton menyebut “koneksi yang tidak terbantahkan antara propaganda anti merokok dengan industri farmasi.” Menurut Hamilton propaganda anti merokok dibiayai oleh para konglomerat farmasi. Ini menguntungkan, jadi, industri farmasi mestinya “loves smokers.” Persoalannya tidak dapat dibuktikan secara ilmiah hubungan antara merokok dengan penyakit-penyakit tersebut.

Menurut Hamilton, industri farmasi mencintai perokok sebab “they are its new business horizon” yang didukung oleh kekuatan internasional yang kuat. Gencarnya propaganda anti merokok merupakan bagian strategi marketing industri farmasi. Targetnya, orang berhenti merokok. Untuk berhenti merokok diperlukan terapi atau obat-obat yang dapat membantu atau alternatif lain yang disebut “smoking cessation and treatment services,” produk industri farmasi, seperti: Nicorette, Nicotinell, Zyban (anti smoking pill), Nicotine Replacement Therapy (NRT) gum and patch, GlaxoSmithKline, Nicorette Orange Gum, Clear NicoDerm Patch.

Dalam Annual Report 2001, seperti dikutip Hamilton, penjualan produk-produk ini meningkat secara signifikan. Jangan lupa, produk-produk ini juga mengandung unsur nikotin! Jadi, ini perang dagang nikotin antara industri farmasi lawan industri rokok.
Yang menarik, sebagaimana diungkapkan Al Martonovic, WHO mendesak pemerintah-pemerintah untuk memasukkan “smoking cessation” dan “treatment services” ini sebagai bagian program pengontrolan tembakau yang komprehensif. Terkesan WHO aktif pula mempromosikan produk dan jasa yang ditawarkan industri farmasi.

Tanya, masikah kita berpikir bahwa propaganda anti merokok untuk kepentingan kesehatan masyarakat (public health)?! Masikah kita rela korbankan para petani tembakau, perusahaan-perusahaan tembakau, mulai perusahaan rumah tangga hingga perusahaan besar, dengan begitu banyak tenaga kerjanya, yang jelas-jelas memberikan kontribusi bagi pembangunan dan kemajuan bangsa ini, untuk kepentingan yang mengatasnamakan kesehatan masyarakat?! Saya dan anda tentu akan mendukung kampanye anti merokok dan kebijakan kesehatan publik jika didasarkan pada kebenaran dan kejujuran. Jika mengorbankan kebenaran dan di atas kebohongan argumentasi, katakan : Tidak!

Friday, March 19, 2010

Champions League Draw

1. Olympique Lyon vs Bordeaux
semifinal vs
2. Bayern Munich vs Manchester United

FINal VS

3. Arsenal vs Barcelona
semifinal vs
4. Inter vs CSKA Moscow

siapa yang bakal menang ??
apa bakal MU vs Barca di final ??

Thursday, March 18, 2010

Gila Bola, Bola Gila,..

Sebetulnya, gw adalah salah satu orang yang termasuk "gila bola". Tiap hari gw pasti buka 2 web olahraga, Goal.com dan Detik sepakbola, kadang gw juga suka baca Football italia. Ampir semua berita bola gw ikutin. saat pertandingan, sabtu atau minggu, gw juga sering nonton bola. sampe bela-belain streaming di internet karena tv di studio keganggu sinyal radio. emang sih, yang sering gw ikutin cuma pertandingannya Inter Milan, karena memang itu klub favorit gw.
Dulu, gw juga maniak maen CM atau FM, sampe maen bareng sama anak-anak agri jaman dulu (uli, bandar, maruk, wisnu, dll) tapi sekarang udah gak punya waktu, maklum maennya bisa nonstop 3 hari 3 malem baru berasa puas,.. hehehe,...
waktu SMP dan SMA, gw juga sering nonton pertandingan live, di stadion, yang ada deket sekolah gw SMP Yapendak. Waktu di Bogor juga sempet nonton PSDS lawan PSB di stadion Pajajaran bareng temen-temen kuliah (eloy, ucup, karyo)... kalo nonton bareng di cafe,.. mmm suka juga sih,.. apalagi pas ada piala dunia atau piala eropa.

Jadi, sebetulnya gw cukup "gila bola" kan ?, ya emang sih, masih banyak orang yang lebih gila dari gw...
dan sebetulnya sih, boleh-boleh aja. yang bikin gak abis pikir itu adalah yang jadi supporter fanatik. kalo jadi supporter fanatik tim lokal, kayak Persib, Persija, dll mungkin masih mending. karena masih bisa nonton langsung live di stadion, kenalan sama pemaen-pemaennya, sampe brantem di stadion,.. Aroma supporter dan yang didukung itu dekat, walau sebetulnya siih,... agak-agak menyedihkan situasi sepakbola indonesia sekarang. niatnya mau dibuat jadi industri dan profesional, tapi kok kebablasan sampe akhirnya cuma bisa nodong doang (makan uang rakyat lagiii,...)
Jadi pemaen bola di Indonesia itu enak, kerjanya gampang, hehehe,.. gaji nya juga gede,.. lebih gede dari gw yang jadi PNS,..

Balik lagi ke penggila bola,.. karena namanya penggila, supporter bola lokal kadang memang suka "gila" beneran, ngedukung asal ngedukung, karena satu kota/daerah, itu doang,.. trus, maunya gratisan, tanpa modal,.. supporter ginian mah, harusnya bukan bikin seneng klub, tapi nyusahin,.. brantem sesukanya, dll dst dsb,..

kalo penggila bola yang suka klub-klub eropa, seperti yang gw temuin di kaskus, ada juga yang bela-belain beli merchandise asli yang super mahal, nyempetin jalan-jalan ke official store, dan bisa nunjukin kalo bener2 fanatik sama klub itu. Sepanjang itu belinya dari uang sendiri, bukan nyolong, masih fine-fine aja.

Nah, gimana kalo sampe berantem gara-gara fanatik sama klub bola eropa ? satu hal,.. gw bakal ketawa,.. hahahahahahaha,... ya, hal yang biasa kalo seseorang bangga dan suka sama suatu klub di Eropa, tapi kalo trus brantem gara-gara itu ?? gw yakin, kalo ada pengurus klub Eropa yang tau, mereka juga jadinya bakal bingung,.. Brantem di stadion itu biasa,.. tapi brantem di tempat antah berantah ngeributin bola ? bener-bener gila,.. udah gitu, klub nya sendiri jauuh di eropa sana, pemaennya gak ada yang pernah dilihat face to face,.. cuma di layar tipi doang,...
ini baru namanya bener-bener fanatik,.. yang di dukung juga kagak tau, kagak peduli malah, tapi pendukungnya saling memaki, brantem, bahkan sampe bawa-bawa keluarga segala,.. hehehehe

kocak kan ? asli emang kocak,..
tapi begitu kenyataan yang gw suka dapetin di spectre soccer room kaskus...
jadi, kalo gw sedang pusing, asiknya liat-liat dan baca spectre di kaskus,.. dijamin bisa ngakak-ngakak liat ulah orang-orang disana,..
apakah mereka penggila bola ? atau,... jadi gila karena bola ??
tak taulah,...

Tuesday, March 16, 2010

You Disappear,..

If i beg and if i cry
Would it change the sky tonight
Will it give me sunlight
Should i wait for you to call
Is there any hope at all
Are you drifting by

When i think about it
I know that i was never held or even cared
The more i think about it
The less that i was able to share with you
I try to reach for you, i can almost feel you
You're nearly here
And then you disappear

And then i lie all by myself
I see your face, i hear your voice
My heart stays faithful
And time has come and time has passed
If it's good it's got to last
It feels so right

I missed all the signs
One at a time you were ready
What did i know starting our lives
No my love, i'm ready to shine

When i think about it
I know that i was never held or even cared
The more i think about it
The less that i was able to share with you
I try to reach for you, i can almost feel you
You're nearly here
And then you disappear
You disappear,

Sunday, March 14, 2010

Menghindari debt collector

Seperti janji gw sebelumnya, gw bakal nulis notes tentang cara menghindari debt kolektor,..
terus terang, gw juga sebetulnya kurang berpengalaman dalam masalah ini, masih newbie lah, karena gak pernah dikejar2 sampe segitunya, dan yang pasti, berusaha untuk gak punya utang,..
kalo punya utang,.. milih ngutang sama orang yang pelupa atau gampang diajak kerjasama, jadi gak perlu pake debt kolektor buat nagih,.. hehehe

menurut pengamatan, pengalaman orang2 disekitar gw, yang pernah gw denger, yang pernah gw baca,..
ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menghindari debt kolektor, dan harusnya sih bener2 ampuh,..
ok kita mulai aja,..

1. untuk menghindari debt kolektor, pastikan bahwa kita gak punya utang, ini sangat penting. kalo gak punya utang, brarti kita gak punya urusan sama debt kolektor. mau nagih apa coba ? tapi, gak ada salahnya temenan sama debt kolektor, siapa tau suatu saat punya utang, dia jadi tukang tagihnya, jadi segan karena temenan,.. hehehe,..

2. Debt kolektor tugasnya adalah menagih utang yang telat dibayar, gak dicicil atau orangnya susah bayar, alias kreditnya macet. untuk menghindari mereka, bayar utang tepat waktu, pastikan kita punya uang sebelum batas waktu bayar utang dateng, pastiin kita punya gaji, atau pemasukan, kalo gak, ngerampok bank juga gpp, asal jangan sampe ketangkep. kalo ketangkep, percuma, di penjara gak bisa bayar utang juga,..

3. Debt kolektor juga dipake buat nagih utang yang susah kebayar. jadi kalo emang uang kita rada2 seret, susah bayar utang tepat waktu, satu hal yang sangat penting dikerjakan adalah : Jangan menghindar !. menghindar debt kolektor, menghindar saat ditagih utang bikin semuanya makin ribet, dan si debt kolektor makin menjadi2 karena emang udah tugas dia nagih. jadi, kita harus aktif. misalnya, harus bayar utang tanggal 10 tiap bulan, tanggal 2,atau 3, udah telpon si debt kolektornya duluan, tanya kabar, basa basi,.. boleh juga nanya "pak, kok saya belum di tagih ya ?? ntar kalo dateng kabarin ya ? saya mo masak spesial nih buat bapak,.." dll dst dsb, sok akrab juga gpp, anggaplah debt kolektor itu sodara yang tiap bulan selalu berkunjung,.. jadi kita ngerasa kangen kalo dia telat dateng,... otomatis dia juga bakal jadi baek kan ??

4. kalo udah ngelakuin 1 sampe 3 tapi tetep juga gak ampuh,.. debt kolektor tetep galak, ngejer2 tanpa ampun, lakukan langkah ini. jangan lupa debt kolektor adalah manusia juga, punya sodara, temen, adek kakak, dll,.. supaya dia gak ngejer2 kita, bikin supaya keluarganya punya utang sama kita, jadi kalo dia mo nagih, suruh tagih ke sodaranya sendiri aja,.. pasti gak tega,.. kalo perlu ancem sekalian, culik anaknya,... minta tebusan,.. hehehe,.. tapi sekali lagi, jangan sampe ketangkep ya,..

5. ini langkah terakhir, kalo berasa susaaaah banget untuk ngelakuin 1-4...
tiap debt kolektor dateng/telp untuk nagih, jangan lakukan apapun. buka pintu boleh, tapi abis itu diem aja kayak patung, atau kayak cerita temen gw,.. pas ditagih debt kolektor dia cuma ngomong 1 kata,.. "k**t*l,.. itu aja berulang2,.. hehehe
sampe akhirnya si debt kolektor cape sendiri dan gak bisa ngapa2 in,...

nah, sekian tips menghindar dari debt kolektor, mudah2an kita bisa selamat,..
selamat berjuang !!

Saturday, March 13, 2010

Aku dan dia,..

"Suami yang menikahimu.. .Tidaklah semulia Muhammad, tidaklah setaqwa Ibrahim,pun tidaklah setabah Ayyub, Suamimu hanyalah pria akhir zaman yang punya cita-cita membangun keturunan yang shaleh.

Pernikahan mengajarkan kita kewajiban bersama,Suami adalah nahkoda, kamu navigatornya, suami sebagai guru, kamu muridnya
Seandainya suami lupa, bersabarlah kamu memperingatinya"

"Istri yang kau nikahi...Tidaklah semulia Khatidjah, tidaklah setaqwa Aisyah,pun tidaklah setabah Fatimah,Istrimu hanyalah wanita akhir zaman yang punya cita-cita menjadi istri yang shaleha.

Pernikahan mengajarkan kita kewajiban bersama,Istri menjadi tanah, kamu penaungnya,Istri ladang tanaman, kamu pagarnya,Istri bagaikan anak kecil, kamu tempat bermanjanya,

Seandainya istrimu tulang bengkong, berhati-hatilah kamu meluruskannya"

*Anonim Quote


Thursday, March 11, 2010

Bagaimana memenangkan hati wanita ??

hmmm,,.. nasibb,.. nasibb,... ditolak lagi,.. gagal lagi,..
gagal maning sonnn,....
patah hati lagi, kecewa lagi,..
dari yang tadinya sayang, berusaha memperhatikan, peduli, care, dll dsb,..
langsung berubah jadi kesel, benci, dan bete,..
tadinya,.. "kamu cantik sekali,..", "sayaaang,.. selamat pagii,.." "kmu udah makan ??"
sampe bahasa alay "cintaaah,.. baby,.. temenin akyu dunks,.."
berubah jadi "sok cantik ah,..", "dasar cewe belagu".. sampe "masih bagusan mantan gw,.." dll lah,.
kalo dibilang pengalaman adalah guru yang paling baik, cowo yang paling sering ditolak harusnya bisa jadi cowo paling playboy,.. hehehe,..

pada dasarnya, perlu diinget, cewe itu makhluk yang lemah, kadang terlalu mellow, sampe jadi drama queen,.. jadi kalo ditolak, santay aja,.. asal pake cara2 yang bener,.. penolakan itu bisa berubah,..
gimana caranya ? mmm,.. gw juga gak gitu tau sih,.. gw bukan pakar wanita, ataupun playboy cap buaya yang punya banyak mantan pacar,.. gak tega rasanya mempermainkan perasaan wanita, walaupun, pada kenyataannya ada beberapa orang juga yang kecewa sama gw, sampe walau udah berapa tahun, rasa sakit ati cewe itu kagak ilang2,.. dendam,...

satu hal yang gw tau pasti, untuk memenangkan hati wanita harus punya keyakinan, kepercayaan dalam diri, bahwa dia bisa kita dapet, trus, cara menyayanginya juga yang bener, jangan cuma karena nafsu liat body-nya, bibir tipis nya, rambut nya,.. atau apapun secara fisik, itu gak baek,.. dan pasti akan kecewa kalo udah dapet, gak seperti yang dibayangin,.. dan bubar deh,.. rasa sayang yang semu,..
cowo memang mungkin mementingkan penampilan fisik, dan itu yang biasanya mengawali rasa sayang,.. sedang cewe, katanya, banyakan liat orangnya dulu, kepribadiannya, fisik, bisa ditawar lah,...

nah, karena itu lah, jadi cowo harus punya keyakinan dulu, jangan minder, dan yang pasti ada usaha yang konsisten,.. gak peduli perlu 10 tahun buat ngedapetin hatinya, atau 5 tahun,.. pdkt lebih asik rasanya dibandingkan kalo udah pacaran,..
take it slow,.. biarin aja dia gonta-ganti pacar, biarin aja dia tau disakitin sama cowo itu gimana rasanya, tapi, jangan lupa, tunjukin kalo sebetulnya tetep ada yang care, ada yang peduli, ada yang sayang sama dia,.. dan kayak di pilem2,.. akhirnya akan happy ending,..

ya mudah2 an begitu deh,... gw yakin itu,.. dan
gw juga yakin, gw juga bakal punya happy ending nantinya,...

Tuesday, March 02, 2010

Nyari alesan,..

menurut gw, semua dalam hidup ada alesannya,..
alsan paling utama adalah mengabdi untuk sang pencipta,..
alasan kedua,.. berbakti sama orang tua,..
alasan ketiga,... menemukan kebahagiaan hidup di dunia,..
dan banyak lagi alesan lainnya,..
tapi kayaknya 3 alasan diatas yang paling besar, dan jadi alasan utama dalam hidup,..

urutannya juga begitu, berdasarkan prioritas, tapi, kadang banyak orang yang salah, menempatkan alasan ketiga jadi yang nomer satu,.. makanya jadi sibuk pagi siang sore malem untuk ngejar kebahagiaan dunia,..
salah ? ngga, tapi lupa alasan hidup yang lebih penting,..

saat putus asa, dan kehilangan gairah hidup,.. supaya gak bunuh diri, pasti harus inget sama alasan yang pertama, kalo deket sama sang pencipta, pasti gak bakal putus asa,.. dan tau apa yang harus dikerjain,.. bersyukur sama kehidupan, dan apapun yang dimiliki,..

saat patah hati,.. selalu ada orang tua yang sayang, dan selalu perduli, se susah apapun dan se menderita apapun, orang tua bisa membantu melupakan kesedihan yang sedang dialami,..

ada kalanya kita ngerasa hidup ini gak fair, terlalu banyak siksaan, kekecewaan, orang tua terlalu menuntut, dll dsb,..
dan akhirnya jadi gak punya alesan laen,..
jiwa jadi rapuh, semangat hilang, gak termotivasi,.. seolah2 seluruh dunia melawan kita,..

keberadaan orang2 yang sayang, selain orang tua, jadi penting,..
kalo gak ada ?

yaaaa,...

mati aja,..